BLOG

4 Langkah Pengujian Power Bank

May 3, 2019 | Tips Power Bank

Battery Testing – Semua unit baterai yang tiba di pabrik akan diuji kapasitas dan tegangannya, untuk menentukan apakah kapasitasnya sesuai dengan pesanan atau tidak. Biasanya toleransi untuk baterai sekitar 5%. Jadi, untuk baterai 10.000 mAh, 9500 mAh masih dapat diterima, kurang dari itu akan ditolak.

Semi Assembly Test – Ketika baterai baru disolder ke papan PCB, tes selanjutnya akan dilakukan untuk memeriksa input dan output papan PCB. Misalnya, Input harus 5V, 2A, Output harus 5V, 1A, tergantung spesifikasi.

Aging Test – Setelah produksi selesai, semua power bank akan melalui proses aging test. Dalam pengujian ini, power bank akan melewati 1 siklus pengisian dan pemakaian. Power bank akan dikosongkan hingga 0%, dan kemudian akan diisi hingga 70%-100%. Tes ini dilakukan untuk memastikan tidak ada masalah dalam penggunaan.

Ketiga pengujian di atas dilakukan di pabrik perakitan powerbank dan setelah itu powerbank akan dipacking dan dikirim ke gudang di Jakarta melalui laut.

Proses pejalanan power bank melalui banyak tahapan, dimulai dari packing ke dalam master carton box, loading ke container, dari container ke pelabuhan, loading ke kapal laut, perjalanan di laut, unloading container di pelabuhan tujuan, hingga pada unpacking box di gudang tujuan. Semuanya memakan waktu kurang lebih 1 bulan.

Karena proses yang dilalui cukup panjang, maka sebelum produk kami diterima oleh konsumen maka kami akan melakukan kembali pengujian keempat yaitu:

Pre-delivery Test – Sebelum pengiriman, kami akan melakukan tes input dan output lain untuk memastikan semua power bank bekerja sesuai dengan standar kualitas kami.

Share this post:

Facebook
Twitter
YouTube
Instagram